Showing posts with label Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Jaringan. Show all posts

Monday, June 9, 2014

Internet Wifi ID Speedy Instan Gratis

SDT(Salam dunia Teknologi), Udah lama admin dunia teknologi tidak share di blog ini karena kesibukan kuliah, namun pada kesempatan yang sangat indah ini admin ingin berbagi informasi tentang Dunia Internet Gratis.... Nah siapa yang gk pengen tuh... tahu sendirikan negara kita tercinta ini suka gratisan ... ya walaupun menurut admin sendiri sih sah sah aja suka yang gratisan kalau itu untuk pengetahuan bukan tindakan komersil dan memperkaya materi diri sendiri...Oke langsung aja kok malah adminya curhat wkwkwkwkww

Zaman sekarang sudah serba canggih dalam berbagai hal termasuk urusan koneksi internet. Dulu kita hanya bisa menikmati akses internet jika sewa warnet dan mempunyai modem,namun sekarang sudah banyak tersedia Wifi di area publik.

@wifi.id atau Indonesia Wifi adalah salah satu wifi yang sudah tersebar di berbagai area publik di seluruh Indonesia. Namun akhir-akhir ini untuk menggunakan akses Wifi ID memerlukan Username dan Password.

jadi admin share Username dan password tsb..

Username : 89302477648
Password : 97291477694635

Username : 89302477623
Password : 78279446463817

Username : 89302024051
Password : 75506146029436

Username : 89302477624
Password : 53168786956656

Username : 89302024052
Password : 15881732328643

Username : 89302024060
Password : 22761962376817

Username : 89302024059
Password : 93613297527468

Username : 89302024056
Password : 83720141438445

Username : 89302715790
Password : 85016093499066

Username : 89302715789
Password : 35277184619199

Username : 89302715788
Password : 75644363574557

Username : 89302715787
Password : 13883358116827

Username = 89302715790
Password = 85016093499066

Username = 89302715789
Password = 35277184619199

Username = 89302715788
Password = 75644363574557

Username = 89302715787
Password = 13883358116827



Caranya Cukup Mudah Cari Area Wifi ID
Nah kemudian Massukan Username dan password seperti dibawah ini
Nah Kemudian Klik Login atau tekan Enter setelah mengisi password kemudia lihat
Akhirnya Success Login

Semoga tutorial ini digunakan atasnama pengetahuan
----------------------Lyman---------------------
            Orang Bodoh Bermanfaat
----------------------------------------------------
Maka Jadilah orang pintar agar tidak dimanfaatkan Lyman.. Wkakak


Tuesday, April 9, 2013

Setting ICS dari Windows XP(Sharing Internet 1 jaringan)

Teman Teman kali ini saya ingin share tentang cara sharing Internet dari 1 Komputer dengan Komputer lain dalam 1 Jaringan Ilmu ini saya dapat dan coba coba ketika di kantor yang tidak bisa digunakan sebagai internet tapi saya disini tidak mengajarkan langkah detailnya hanya Logika yang harus dilakukan agar dapat sharing internet dari komputer lain.Langsung masuk aja Semoga bermanfaat.
Sharing internet tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Berbagi-pakai koneksi internet yang ada jamak sekali dilakukan, terutama untuk menghemat pengeluaran atas biaya sambungan. Tidak peduli itu sambungan internet broadband via kabel (speedy, fastnet, im2), jaringan 3G GSM atau CDMA (telkomsel, indosat, xl, smart, mobile 8, telkom, esia), atau jaringan broadband wireless rumahan atau yang sering disebut RT-RW Net, semua bisa di-share. Apapun koneksinya, pasti bisa di-share.
Ada banyak metode untuk membagi koneksi internet ini, dari yang praktis sampai ribet, dari yang gratis sampai yang mahal. Semuanya memberikan keuntungan dan kerugian tersendiri, sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kemampuan.
Salah satu cara termudah dan termurah adalah menggunakan Internet Connection Sharing atau ICS yang disertakan dalam sistem operasi Microsoft Windows XP. ICS sangat mudah praktis diterapkan untuk jaringan rumahan yang kecil hingga menengah. Tidak diperlukan kemampuan khusus di sini, cukup dengan memahami beberapa poin penting, langsung online :D
Sebelum memulai, lakukan persiapan sebagai berikut :
  1. Pastikan semua komputer yang akan berbagi-pakai koneksi telah terhubung satu sama lain tanpa masalah.
    Pada dasarnya, membagi internet sama artinya dengan membagi koneksi yang ada dengan sejumlah komputer yang berada dalam 1 jaringan yang sama.
  2. Tentukan komputer/notebook mana yang akan dijadikan router.
    Router adalah komputer yang difungsikan sebagai default gateway oleh komputer lainnya di jaringan lokal
  3. Pastikan komputer tersebut (kita sebut saja gateway) memiliki lebih dari 1 port/interface jaringan (Wifi, Ethernet/LAN Card, USB Modem, dll), di mana salah satunya terhubung dengan internet yang akan di-share, dan port lain terhubung dengan jaringan lokal.Contoh skenario :
    • USB Modem terhubung internet, Ethernet atau Wifi terhubung lokal
    • Ethernet/LAN Card terhubung internet, Wifi terhubung lokal
    • LAN Card 1 terhubung internet, LAN Card 2 terhubung lokal
  4. Pastikan gateway telah terhubung dengan internet. :D
Internet Connection Sharing
Internet Connection Sharing
Persiapan selesai, kini tinggal aktifkan ICS pada komputer gateway tersebut, yang akan digunakan sebagai router.
  1. Di komputer gateway, masuk ke Network Connections. Klik Start - Control Panel - Network Connections
  2. Klik kanan koneksi internet yang ingin di-share, pilih Properties
  3. Pada jendela yang muncul, pilih tab Advanced
  4. Centang Allow other network users to connect through this computer's Internet connection
  5. Pada dropdown-menu Home networking connection, pilih salah satu koneksi yang menghubungkan komputer gateway tersebut dengan jaringan lokal (LAN)
  6. Terakhir, klik OK.
Internet Connection Sharing
Internet Connection Sharing
ICS sudah diaktifkan, kini tinggal melakukan konfigurasi di komputer lain pada jaringan tersebut (client).
Tak perlu ribet, cukup setting saja semua client dengan IP antara 192.168.0.2 hingga 192.168.0.254 (jangan ada yang sama), subnet mask 255.255.255.0, dan default gateway 192.168.0.1.
Selesai :D
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam ICS
  • Untuk dapat mengaktifkan ICS, Anda harus login sebagai Administrator atau yang setara
  • Saat mengaktifkan ICS, maka adapter/interface/port yang terhubung dengan jaringan lokal akan secara otomatis menggunakan IP 192.168.0.1 sehingga mau tidak mau, semua komputer dalam jaringan lokal harus menggunakan IP 192.168.0.x
  • Jangan pernah mengaktifkan ICS jika ada komputer di jaringan lokal yang berfungsi sebagai domain controller, DNS server, DHCP server, atau NAT server. Juga jangan aktifkan ICS di lebih dari 1 komputer pada jaringan yang sama
  • Komputer client tidak akan dapat mengakses internet jika komputer gateway terhubung pada sebuah VPN (Virtual Private Network) 
Terima Kasih atas kunjungan anda dan semoga bermanfaat..

Thursday, February 21, 2013

Kabel Yang Dapat Melar

Judul artikel ini mungkin terkesan lucu dan mengada-ada. Tetapi memang demikianlah adanya.

 Sejumlah peneliti material dari North Carolina State University, USA, saat ini tengah mengembangkan suatu bahan campuran baru yang dapat digunakan sebagai penghantar aliran listrik (kabel) yang dapat ditarik melar hingga 8 kali lipat ukuran awalnya.

 Meskipun hingga kini bahan tersebut masih dalam tahap uji coba, tetapi sejumlah hasil penelitian mereka mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berhasil dicapai. Setidaknya laporan tersebut telah tertuang dalam jurnal ilmiah mereka berjudul Advanced Functional Material.

 Secara umum, susunan konstruksi dasar material tesebut adalah berupa 'pipa' elastis berisi logam 'cair' super konduktif (Highly Conductive Liquid Metal Alloy).

 Hingga saat ini para peneliti tersebut masih terus berusaha menyempurnakan temuan mereka tersebut agar dapat diproduksi secara ekonomis.

 Sumber : Tulisan Dan Nosowitz di www.popularscience.com tanggal 19 Desember 2012.

Wednesday, February 20, 2013

Belajar Telnet

Telnet (Telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan pada Internet atau Local Area Network untuk menyediakan fasilitas komunikasi berbasis teks interaksi dua arah yang menggunakan koneksi virtual terminal. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan Namun di windows mulai dari versi XP hingga Windows 8 sekarang ini Component Telnet masih tetap ada hanya dalam default setting tidak disertakan hanya bagi para User yang sedikit mengerti dan membutuhkan untuk belajar saja telnet digunakan
TELNET terdapat di Control Panel --->  Add Remove Program---->  Windows Component
centang TELNET CLIENT dan Klik Instal maka windows akan mengkonfigurasi Telnet anda dan akan melakukan restart ulang agar konfigurasi tsb menjadi sempurna dan siap digunakan
     Bagi para pemula Syntax telnet dapat di temukan dengan mengetikan Help pada Console telnet
sebagai salah satu contoh syntax (o) = Melakukan hubungan Koneksi sederhana dengan memanfaatkan Port default atau manual kemudian masukkan IP Target dan jalankan Telnet
akan jika pada komputer targer Services Telnet telah aktive maka akan ada konfigurasi untuk merubah atau tidak ketika itu pilihlah (N) Setelah selesai maka anda tinggal Login menggunakan User Account dan password Komputer target jika benar maka pada Console anda akan tampil Promt Drive C:\ milik Komputer Target .dan anda bisa melakukan apapun karena anda punya hak penuh untuk mengontrol komputer tsb.

Salam Blogger



Monday, February 18, 2013

Perintah Dasar Mikrotik

1. Untuk shutdown dan restart komputer, yaitu dengan perintah [admin@Mikrotik]>system shutdown –> untuk mematikan
[admin@Mikrotik]>system reboot –> untuk restart komputer
[admin@Mikrotik]>system reset –> untuk me-reset konfigurasi yang sudah dibuat sebelumnya
2. Untuk merubah nama mesin MikroTik, yaitu :
[admin@Mikrotik]>/system identity
[admin@Mikrotik]/system identity> set name=proxy
3. Untuk merubah password mesin MikroTik, yaitu :
[admin@Mikrotik]>/system password
[admin@Mikrotik]>/system password>old password (ketikkan password lama)
[admin@Mikrotik]>/system password>
new password: …….(ketikkan password baru)
[admin@Mikrotik]>/system password> retype new password: …….(ketikkan lagi password baru)
Baiklah kita lanjutkan pengenalan perintah ini.
Setelah login, cek kondisi interface atau ethernet card.
–[1]– Melihat kondisi interface pada Mikrotik Router
[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
# Â Ã‚  NAME Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  TYPE Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  RX-RATE Â Ã‚  TX-RATE Â Ã‚  MTU
0  R ether1 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  ether Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  0 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  0 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  1500
1  R ether2 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  ether Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  0 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  0 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  1500
[admin@Mikrotik]>
Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi
etherned cardnya, seharusnya R (running).
a. Mengganti nama interface
[admin@Mikrotik] > interface(enter)
b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau terserah namanya), maka
[admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public
c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka
[admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local
d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda “/”, tanpa tanda kutip
[admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public
e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.
[admin@Mikrotik] > /interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
# Â Ã‚  NAME Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  TYPE Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  RX-RATE Â Ã‚  TX-RATE Â Ã‚  MTU
0  R Local Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  ether Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  0 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  0 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  1500
1  R Public Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  ether Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  0 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  0 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  1500
–[2]– Mengganti password default
Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]]>
–[3]– Mengganti nama hostname
Mengganti nama Mikrotik Router untuk memudahkan konfigurasi, pada langkah ini
nama server akan diganti menjadi â€Å“routerku”
[admin@Mikrotik] > system identity set name=routerku
[admin@routerku]>
–[4]– Setting IP Address, Gateway, Masqureade dan Name Server
–[4.1]– IP Address
Bentuk Perintah konfigurasi
ip address add address ={ip address/netmask} interface={nama interface}
a. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan Public akan kita gunakan untuk
koneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.2 dan Local akan kita gunakan untuk network LAN
kita dengan IP 192.168.0.30 (Lihat topologi)
[admin@routerku] > ip address add address=192.168.1.2
netmask=255.255.255.0 interface=Public comment=”IP ke Internet”
[admin@routerku] > ip address add address=192.168.0.30
netmask=255.255.255.224 interface=Local comment = “IP ke LAN”
b. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@routerku] >ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
# Â  ADDRESS Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  NETWORK Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  BROADCAST Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  INTERFACE
0 Â  ;;; IP Address ke Internet
192.168.0.30/27 Â  192.168.0.0 Â Ã‚  192.168.0.31 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚  Local
1 Â  ;;; IP Address ke LAN
192.168.1.2/24 Â Ã‚  192.168.0.0 Â Ã‚  192.168.1.255 Â Ã‚ Ã‚  Public
[admin@routerku]>
–[4.2]– Gateway
Bentuk Perintah Konfigurasi
ip route add gateway={ip gateway}
a. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
192.168.1.1
[admin@routerku] > /ip route add gateway=192.168.1.1
b. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@routerku] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf
# Â Ã‚ Ã‚  DST-ADDRESS Â Ã‚ Ã‚  PREFSRC Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  G GATEWAY Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  DISTANCE Â  INTERFACE
0 ADC 192.168.0.0/24 Â  192.168.0.30 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Local
1 ADC 192.168.0.0/27  192.168.1.2 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Public
2 A S 0.0.0.0/0 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  r 192.168.1.1 Â Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚ Ã‚  Public
[admin@routerku]>
c. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@routerku] > ping 192.168.1.1
192.168.1.1  64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
192.168.1.1  64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@routerku]>
–[4.3]– NAT (Network Address Translation)
Bentuk Perintah Konfigurasi
ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-inteface={ethernet
yang langsung terhubung ke Internet atau Public}
a. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar
client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@routerku] > ip firewall nat add chain=scrnat out-interface=Public action=masquerade
[admin@routerku]>
b. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@routerku] ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0 Â  chain=srcnat out-interface=Public action=masquerade
[admin@routerku]>
–[4.4] Name server
Bentuk Perintah Konfigurasi
ip dns set primary-dns={dns utama} secondary-dns={dns ke dua}
a. Setup DNS pada Mikrotik Routers, misalkan DNS dengan Ip Addressnya
Primary = 202.134.0.155, Secondary = 202.134.2.5
[admin@routerku] > ip dns set primary-dns=202.134.0.155 allow-remoterequests=yes
[admin@routerku] > ip dns set secondary-dns=202.134.2.5 allow-remoterequests=yes
b. Melihat konfigurasi DNS
[admin@routerku] > ip dns print
primary-dns: 202.134.0.155
secondary-dns: 202.134.2.5
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@routerku]>
c. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@routerku] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@routerku]>
Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.
Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika
berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway
server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox yang
bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.30, via browser buka http://192.168.0.30. Di Browser akan ditampilkan
dalam bentuk web dengan beberapa menu, cari tulisan Download dan download WinBox dari situ.
Simpan di local harddisk. Jalankan Winbox, masukkan Ip address, username dan password.
–[5]– DHCP Server
DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu suatu program yang
memungkinkan pengaturan IP Address di dalam sebuah jaringan dilakukan terpusat di server,
sehingga PC Client tidak perlu melakukan konfigurasi IP Addres. DHCP memudahkan administrator
untuk melakukan pengalamatan ip address untuk client.
Bentuk perintah konfigurasi
ip dhcp-server setup
dhcp server interface = { interface yang digunakan }
dhcp server space = { network yang akan di dhcp }
gateway for dhcp network = { ip gateway }
address to give out = { range ip address }
dns servers = { name server }
lease time = { waktu sewa yang diberikan }
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup
dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :
a. Tambahkan IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.1-192.168.0.30
b. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client.
Pada contoh ini networknya adalah 192.168.0.0/27 dan gatewaynya 122.168.0.30
/ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/27 gateway=192.168.0.30 dns-server=192.168.0.30
comment=””
c. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface Local )
/ip dhcp-server add interface=local address-pool=dhcp-pool
d. Lihat status DHCP server
[admin@routerku] > ip dhcp-server print
Flags: X – disabled, I – invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0dhcp1 Local
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih
dahulu pada langkah e.
e. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0
kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti
sudah aktif
f. Tes Dari client
Misalnya :
D:>ping www.yahoo.com
–[6]– Transparent Proxy Server
Proxy server merupakan program yang dapat mempercepat akses ke suatu web
yang sudah diakses oleh komputer lain, karena sudah di simpan didalam
caching server.Transparent proxy menguntungkan dalam management client,
karena system administrator tidak perlu lagi melakukan setup proxy di
setiap browser komputer client karena redirection dilakukan otomatis di sisi
server.
Bentuk perintah konfigurasi :
a. Setting web proxy :
- ip proxy set enable=yes
port={ port yang mau digunakan }
maximal-client-connections=1000
maximal-server-connections=1000
- ip proxy direct add src-address={ network yang akan di
NAT} action=allow
- ip web-proxy set parent-proxy={proxy parent/optional}
hostname={ nama host untuk proxy/optional}
port={port yang mau digunakan}
src-address={ address yang akan digunakan untuk koneksi
ke parent proxy/default 0.0.0.0}
transparent-proxy=yes
max-object-size={ ukuran maximal file yang akan disimpan
sebagai cache/default 4096 in Kilobytes}
max-cache-size= { ukuran maximal hardisk yang akan
dipakai sebagai penyimpan file cache/unlimited
| none | 12 in megabytes}
cache-administrator={ email administrator yang akan digunakan
apabila proxy error, status akan dikirim
ke email tersebut}
enable==yes
Contoh konfigurasi
——————-
a. Web proxy setting
/ ip web-proxy
set enabled=yes src-address=0.0.0.0 port=8080
hostname=”proxy.routerku.co.id” transparent-proxy=yes
parent-proxy=0.0.0.0:0 cache-administrator=”support@routerku.co.id”
max-object-size=131072KiB cache-drive=system max-cache-size=unlimited
max-ram-cache-size=unlimited
Nat Redirect, perlu ditambahkan yaitu rule REDIRECTING untuk membelokkan
traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY.
b. Setting firewall untuk Transparant Proxy
Bentuk perintah konfigurasi :
ip firewall nat add chain=dstnat
protocol=tcp
dst-port=80
action=redirect
to-ports={ port proxy }
Perintahnya:
——————————————————————————–
/ ip firewall nat
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=8080
comment=”” disabled=no
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=3128 action=redirect to-ports=8080
comment=”” disabled=no
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=8000 action=redirect to-ports=8080
——————————————————————————–
perintah diatas dimaksudkan, agar semua trafik yang menuju Port 80,3128,8000
dibelokkan menuju port 8080 yaitu portnya Web-Proxy.
CATATAN:
Perintah
/ip web-proxy print { untuk melihat hasil konfigurasi web-proxy}
/ip web-proxy monitor { untuk monitoring kerja web-proxy}
–[7]– Bandwidth Management
QoS memegang peranan sangat penting dalam hal memberikan pelayanan
yang baik pada client. Untuk itu kita memerlukan bandwidth management
untuk mengatur tiap data yang lewat, sehingga pembagian bandwidth menjadi
adil. Dalam hal ini Mikrotik RouterOs juga menyertakan packet software
untuk memanagement bandwidth.
Bentuk perintah konfigurasi:
queue simple add name={ nama }
target-addresses={ ip address yang dituju }
interface={ interface yang digunakan untuk melewati data }
max-limit={ out/in }
Dibawah ini terdapat konfigurasi Trafik shaping atau bandwidth management
dengan metode Simple Queue, sesuai namanya, Jenis Queue ini memang
sederhana, namun memiliki kelemahan, kadangkala terjadi kebocoran bandwidth
atau bandwidthnya tidak secara real di monitor. Pemakaian untuk 10 Client,
Queue jenis ini tidak masalah.
Diasumsikan Client ada sebanyak 15 client, dan masing-masing client diberi
jatah bandwidth minimum sebanyak 8kbps, dan maksimum 48kbps. Sedangkan
Bandwidth totalnya sebanyak 192kbps. Untuk upstream tidak diberi rule,
berarti masing-masing client dapat menggunakan bandwidth uptream secara
maksimum. Perhatikan perintah priority, range priority di Mikrotik sebanyak
delapan. Berarti dari 1 sampai 8, priority 1 adalah priority tertinggi,
sedangkan priority 8 merupakan priority terendah.
Berikut Contoh kongirufasinya.
——————————————————————————–
/ queue simple
add name=”trafikshaping” target-addresses=192.168.0.0/27 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=none priority=1 queue=default/default
limit-at=0/64000 max-limit=0/192000 total-queue=default disabled=no
add name=”01″ target-addresses=192.168.0.1/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”02″ target-addresses=192.168.0.2/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”03″ target-addresses=192.168.0.3/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”04″ target-addresses=192.168.0.4/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”10″ target-addresses=192.168.0.25/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”05″ target-addresses=192.168.0.5/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”06″ target-addresses=192.168.0.6/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”07″ target-addresses=192.168.0.7/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”08″ target-addresses=192.168.0.8/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”09″ target-addresses=192.168.0.9/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”10″ target-addresses=192.168.0.10/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”11″ target-addresses=192.168.0.11/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”12″ target-addresses=192.168.0.12/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”13″ target-addresses=192.168.0.13/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”14″ target-addresses=192.168.0.14/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”15″ target-addresses=192.168.0.15/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
Perintah diatas karena dalam bentuk command line, bisa juga di copy
paste, selanjutnya di paste saja ke consol mikrotiknya. ingat lihat
dulu path atau direktory aktif. Silahkan dipaste saja, kalau posisi
direktorynya di Root.
——————————————————————-
Terminal vt102 detected, using multiline input mode
[admin@mikrotik] >
——————————————————————
Pilihan lain metode bandwidth manajemen ini, kalau seandainya ingin
bandwidth tersebut dibagi sama rata oleh Mikrotik, seperti bandwidth
256kbps downstream dan 256kbps upstream. Sedangkan client yang akan
mengakses sebanyak 10 client, maka otomatis masing-masing client
mendapat jatah bandwidth upstream dan downstream sebanyak 256kbps
dibagi 10. Jadi masing-masing dapat 25,6kbps. Andaikata hanya 2 Client
yang mengakses maka masing-masing dapat 128kbps.
Untuk itu dipakai type PCQ (Per Connection Queue), yang bisa secara
otomatis membagi trafik per client. Tentang jenis queue di mikrotik
ini dapat dibaca pada manualnya di http://www.mikrotik.com/testdocs/
ros/2.9/root/queue.php.
Sebelumnya perlu dibuat aturan di bagian MANGLE. Seperti :
——————————————————————–
/ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.0.0/27
action=mark-connection new-connection-mark=users-con
/ip firewall mangle add connection-mark=users-con action=mark-packet
new-packet-mark=users chain=forward
———————————————————————-
Karena type PCQ belum ada, maka perlu ditambah, ada 2 type PCQ ini.
Pertama diberi nama pcq-download, yang akan mengatur semua trafik
melalui alamat tujuan/destination address. Trafik ini melewati
interface Local. Sehingga semua traffik download/downstream yang
datang dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.
Tipe PCQ kedua, dinamakan pcq-upload, untuk mengatur semua trafik upstream
yang berasal dari alamat asal/source address. Trafik ini melewati
interface public. Sehingga semua traffik upload/upstream yang berasal
dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.
Perintah:
————————————————————————-
/queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-classifier=dst-address
/queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-classifier=src-address
————————————————————————-
Setelah aturan untuk PCQ dan Mangle ditambahkan, sekarang untuk aturan
pembagian trafiknya. Queue yang dipakai adalah Queue Tree, Yaitu:
————————————————————————-
/queue tree add parent=Local queue=pcq-download packet-mark=users
/queue tree add parent=Public queue=pcq-upload packet-mark=users
————————————————————————-
Perintah diatas mengasumsikan, kalau bandwidth yang diterima dari provider
Internet berflukstuasi atau berubah-rubah. Jika kita yakin bahwa bandwidth
yang diterima, misalkan dapat 256kbs downstream, dan 256kbps upstream, maka
ada lagi aturannya, seperti :
Untuk trafik downstreamnya :
————————————————————————
/queue tree add name=Download parent=Local max-limit=256k
/queue tree add parent=Download queue=pcq-download packet-mark=users
————————————————————————-
Dan trafik upstreamnya :
—————————————————————————
/queue tree add name=Upload parent=Public max-limit=256k
/queue tree add parent=Upload queue=pcq-upload packet-mark=users
—————————————————————————
–[8]– Monitor MRTG via Web
Fasilitas ini diperlukan untuk monitoring trafik dalam bentuk grafik, dapat
dilihat dengan menggunakan browser. MRTG (The Multi Router Traffic Grapher)
telah dibuild sedemikian rupa, sehingga memudahkan kita memakainya. Telah
tersedia dipaket dasarnya.
Contoh konfigurasinya
————————————————————————-
/ tool graphing
set store-every=5min
/ tool graphing interface
add interface=all allow-address=0.0.0.0/0 store-on-disk=yes disabled=no
—————————————————————————
Perintah diatas akan menampilkan grafik dari trafik yang melewati interface
jaringan baik berupa Interface Public dan Interface Local, yang dirender
setiap 5 menit sekali. Juga dapat diatur Alamat apa saja yang dapat mengakses
MRTG ini, pada parameter allow-address.
–[9]– Keamanan di Mikrotik
Setelah beberapa Konfigurasi diatas telah disiapkan, tentu tidak lupa kita
perhatikan keamanan dari Mesin gateway Mikrotik ini, ada beberapa fasilitas
yang dipergunakan. Dalam hal ini akan dibahas tentang Firewallnya. Fasilitas
Firewall ini secara pringsip serupa dengan IP TABLES di Gnu/Linux hanya saja
beberapa perintah telah di sederhanakan namun berdaya guna.
Di Mikrotik perintah firewall ini terdapat dalam modus IP, yaitu
[admin@routerku] > /ip firewall
Terdapat beberapa packet filter seperti mangle, nat, dan filter.
————————————————————————-
[admin@routerku] ip firewall> ?
Firewall allows IP packet filtering on per packet basis.
.. — go up to ip
mangle/ — The packet marking management
nat/ — Network Address Translation
connection/ — Active connections
filter/ — Firewall filters
address-list/ –
service-port/ — Service port management
export –
————————————————————————–
Untuk kali ini kita akan lihat konfigurasi pada ip firewall filternya.
Karena Luasnya parameter dari firewall filter ini untuk pembahasan Firewall
Filter selengkapnya dapat dilihat pada manual mikrotik, di
http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/2.9/ip/filter.php
Konfigurasi dibawah ini dapat memblokir beberapa Trojan, Virus, Backdoor
yang telah dikenali sebelumnya baik Nomor Port yang dipakai serta Protokolnya.
Juga telah di konfigurasikan untuk menahan Flooding dari Jaringan Publik dan
jaringan Lokal. Serta pemberian rule untuk Access control agar, Rentang
jaringan tertentu saja yang bisa melakukan Remote atau mengakses service
tertentu terhadap Mesin Mikrotik kita.
Contoh Aplikasi Filternya
—————————————————————————–
/ ip firewall filter
add chain=input connection-state=invalid action=drop comment=”Drop Invalid
connections” disabled=no
add chain=input src-address=!192.168.0.0/27 protocol=tcp src-port=1024-65535
dst-port=8080 action=drop comment=”Block to Proxy” disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=12667 action=drop comment=”Trinoo”
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=27665 action=drop comment=”Trinoo”
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=31335 action=drop comment=”Trinoo”
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=27444 action=drop comment=”Trinoo”
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=34555 action=drop comment=”Trinoo”
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=35555 action=drop comment=”Trinoo”
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=27444 action=drop comment=”Trinoo”
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=27665 action=drop comment=”Trinoo”
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=31335 action=drop comment=”Trinoo”
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=31846 action=drop comment=”Trinoo”
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=34555 action=drop comment=”Trinoo”
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=35555 action=drop comment=”Trinoo”
disabled=no
add chain=input connection-state=established action=accept comment=”Allow
Established connections” disabled=no
add chain=input protocol=udp action=accept comment=”Allow UDP” disabled=no
add chain=input protocol=icmp action=accept comment=”Allow ICMP” disabled=no
add chain=input src-address=192.168.0.0/27 action=accept comment=”Allow access
to router from known network” disabled=no
add chain=input action=drop comment=”Drop anything else” disabled=no
add chain=forward protocol=tcp connection-state=invalid action=drop
comment=”drop invalid connections” disabled=no
add chain=forward connection-state=established action=accept comment=”allow
already established connections” disabled=no
add chain=forward connection-state=related action=accept comment=”allow
related connections” disabled=no
add chain=forward src-address=0.0.0.0/8 action=drop comment=”” disabled=no
add chain=forward dst-address=0.0.0.0/8 action=drop comment=”” disabled=no
add chain=forward src-address=127.0.0.0/8 action=drop comment=”” disabled=no
add chain=forward dst-address=127.0.0.0/8 action=drop comment=”” disabled=no
add chain=forward src-address=224.0.0.0/3 action=drop comment=”” disabled=no
add chain=forward dst-address=224.0.0.0/3 action=drop comment=”” disabled=no
add chain=forward protocol=tcp action=jump jump-target=tcp comment=””
disabled=no
add chain=forward protocol=udp action=jump jump-target=udp comment=””
disabled=no
add chain=forward protocol=icmp action=jump jump-target=icmp comment=””
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=69 action=drop comment=”deny TFTP”
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=111 action=drop comment=”deny RPC
portmapper” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=135 action=drop comment=”deny RPC
portmapper” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=137-139 action=drop comment=”deny NBT”
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=445 action=drop comment=”deny cifs”
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=2049 action=drop comment=”deny NFS”
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=12345-12346 action=drop comment=”deny
NetBus” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=20034 action=drop comment=”deny NetBus”
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=3133 action=drop comment=”deny
BackOriffice” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=67-68 action=drop comment=”deny DHCP”
disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=69 action=drop comment=”deny TFTP”
disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=111 action=drop comment=”deny PRC
portmapper” disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=135 action=drop comment=”deny PRC
portmapper” disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=137-139 action=drop comment=”deny NBT”
disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=2049 action=drop comment=”deny NFS”
disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=3133 action=drop comment=”deny
BackOriffice” disabled=no
add chain=input protocol=tcp psd=21,3s,3,1 action=add-src-to-address-list
address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”Port
scanners to list ” disabled=no
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg
action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners”
address-list-timeout=2w comment=”NMAP FIN Stealth scan” disabled=no
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,syn action=add-src-to-address-list
address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”SYN/FIN
scan” disabled=no
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=syn,rst action=add-src-to-address-list
address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”SYN/RST
scan” disabled=no
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,psh,urg,!syn,!rst,!ack
action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners”
address-list-timeout=2w comment=”FIN/PSH/URG scan” disabled=no
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,syn,rst,psh,ack,urg
action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners”
address-list-timeout=2w comment=”ALL/ALL scan” disabled=no
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=!fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg
action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners”
address-list-timeout=2w comment=”NMAP NULL scan” disabled=no
add chain=input src-address-list=”port scanners” action=drop comment=”dropping
port scanners” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=0:0 action=accept comment=”drop
invalid connections” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=3:0 action=accept comment=”allow
established connections” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=3:1 action=accept comment=”allow
already established connections” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=4:0 action=accept comment=”allow
source quench” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=8:0 action=accept comment=”allow
echo request” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=11:0 action=accept comment=”allow
time exceed” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=12:0 action=accept comment=”allow
parameter bad” disabled=no
add chain=icmp action=drop comment=”deny all other types” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=25 action=reject
reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no
add chain=tcp protocol=udp dst-port=25 action=reject
reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=110 action=reject
reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no
add chain=tcp protocol=udp dst-port=110 action=reject
reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no
add chain=tcp protocol=udp dst-port=110 action=reject
reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no
—————————————————————————–
Capek ngetik MULUK Cukup yaa lain kali lagi.....
Semoga bermanfaat

Saturday, February 16, 2013

JARINGAN INTERNET

Jaringan internet merupakan jaringan internasional yang dapat dikategorikan sebagai WAN sehingga dapat menghubungkan jutaan komputer di manapun dan kapanpun. Setiap orang yang memiliki komputer di seluruh dunia dapat menghubungkannya atau bergabung dengan jaringan internet hanya dengan melakukan koneksi ke internet service provider (ISP).
Internet service provider ini merupakan penyedia layanan internet yang dapat memberikan akses jaringan internet tanpa batas. Dengan mengkoneksikan komputer kita dengan ISP, seperti Telkom Speedy, Indosat M2, Telkomsel Flash, AHA, dan yang lainnya, kita dapat selalu terhubung dengan yang namanya internet.
Sejarah Jaringan Internet
Lahirnya internet berawal ketika Department of Defense USA (Depertemen Pertahanan Amerika Serikat) membangun sebuah jaringan komputer pada 1969. Jaringan komputer yang mereka namakan Advanced Research Project Agency NETwork (ARPANET) dibuat dengan tujuan untuk menghubungkan beberapa komputer yang berada di universitas serta melakukan penelitian militer
Pembuatan ARPANET yang paling utama ditujukan untuk membangun jaringan komunikasi komputer yang mampu bertahan terhadap serangan nuklir. Sejak pertama kali diluncurkan, jaringan ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Tak hanya digunakan untuk riset militer oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat saja, jaringan ini pun mulai mengembangkan perangkat lunak. Pada Mei 1974, Robert E.Kahn dari Departemen Pertahanan USA dan Vinton G.Cerf dari Stanford University mempublikasikan sebuah konsep yang kemudian dikenal dengan sebutan protocol TCP/ IP.
Konsep ini diadopsi oleh ARPANET pada 1983 untuk diajadikan sebagai protocol standard. Dalam ARPANET, konsep ini didukung oleh sebuah sistem operasi buatan University of California at Berkeley, yang dikenal dengan nama Berkeley Software Distribution Unix (Free BSD Unix).
Kecepatan Jaringan Internet
Pada awalnya, kecepatan jaringan internet yang digunakan oleh ARPANET hanya memiliki kapasitas yang kecil, yakni 52 Kbps. Namun, pada 1990, tepatnya setelah penutupan ARPANET, jaringan internet ini diteruskan oleh pihak universitas di Amerika Serikat dengan memasukkan beberapa universitas lain di Benua Amerika (Kanada dan Amerika Selatan) dan kecepatannya ditingkatkan menjadi 45 Mbps. 
Karena semakin banyaknya komputer yang terhubung dengan jaringan internet ini, kecepatan 45 Mbps dirasa sudah tidak mencukupi lagi. Akhirnya pada 1995, kecepatan jaringan internet ini kembali dinaikkan hingga mencapai 155 Mbps. Dan saat ini, kecepatan internet sudah memiliki kapasitas yang sangat tinggi, yakni sudah berada dalam order Gbps.
Topologi Jaringan Internet
Pada dasarnya, yang menjadi topologi utama jaringan internet adalah mesh-topology. Topologi ini menghubungkan banyak komputer dengan berbagai jenis jaringan melalui sebuah sistem yang dinamakan packet switching.
Dan yang menjadi pusat packet Switching ini adalah beberapa network acces point (NAP) yang berada di San Fransisco (Pacific Bell dan Merit Access Exchange (MAE) West), New Jersey (Sprint), di Chicago (Ameritech), dan di Washington, D.C (MAE East). Semua NAP ini ditangani oleh MFS Datanet. 
Domain dalam Jaringan Internet
Jaringan internet dibagi menjadi beberapa domain standard, yakni:
  • .com = organisasi komersil
  • .edu  = institusi pendidikan di Amerika
  • .ac    = institusi akademik
  • .gov  = institusi pemerintah
  • .mil   = organisasi militer
  • .net   = penyedia akses jaringan
  • .org   = organisasi non-profit
Selain pembagian domain seperti di atas, pembagian domain pun dilakukan berdasarkan negara, seperti:
  • .ca   =  Kanada
  • .sw   =   Swedia
  • .au   =  Australia
  • .id    =  Indonesia
  • .jp    =  Jepang
  • .my  =  Malaysia
  • .th   =  Thailand
Domain-domain tersebut memiliki alamat Internet Protokol (IP) yang berbeda. Menurut standard IP v4, sebuah IP harus terdiri atas 32 bit atau 4 angka biner yang dipisahkan oleh titik agar mampu diidentifikasi. Contoh alamat IP adalah 192.168.10.25 ; 222.124.135.40, dan lain sebagainya.

Firewall Mikrotik

Untuk mengamankan router mikrotik dari traffic virus dan excess ping dapat digunakan skrip firewall berikut
Pertama buat address-list "ournetwork" yang berisi alamat IP radio, IP LAN dan IP WAN atau IP lainnya yang dapat
dipercaya
Dalam contoh berikut alamat IP radio adalah = 10.0.0.0/16, IP LAN = 192.168.2.0/24 dan IP WAN = 203.89.24.0/21 dan
IP lainnya yang dapat dipercaya = 202.67.33.7
Untuk membuat address-list dapat menggunakan contoh skrip seperti berikut ini tinggal disesuaikan dengan konfigurasi
jaringan Anda.
Buat skrtip berikut menggunakan notepad kemudian copy-paste ke console mikrotik
/ ip firewall address-list
add list=ournetwork address=203.89.24.0/21 comment="Datautama Network" \
disabled=no
add list=ournetwork address=10.0.0.0/16 comment="IP Radio" disabled=no
add list=ournetwork address=192.168.2.0/24 comment="LAN Network" disabled=no
Selanjutnya copy-paste skrip berikut pada console mikrotik
/ ip firewall filter
add chain=forward connection-state=established action=accept comment="allow \
established connections" disabled=no
add chain=forward connection-state=related action=accept comment="allow \
related connections" disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=135-139 action=drop comment="Drop \
Messenger Worm" disabled=no
add chain=forward connection-state=invalid action=drop comment="drop invalid \
connections" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=135-139 action=drop comment="Drop \
Blaster Worm" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1433-1434 action=drop comment="Worm" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=445 action=drop comment="Drop Blaster \
Worm" disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=445 action=drop comment="Drop Blaster \
Worm" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=593 action=drop comment="________" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1024-1030 action=drop comment="________" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1080 action=drop comment="Drop MyDoom" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1214 action=drop comment="________" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1363 action=drop comment="ndm requester" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1364 action=drop comment="ndm server" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1368 action=drop comment="screen cast" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1373 action=drop comment="hromgrafx" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1377 action=drop comment="cichlid" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment="Bagle Virus" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2283 action=drop comment="Drop Dumaru.Y" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2535 action=drop comment="Drop Beagle" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment="Drop \
Beagle.C-K" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3127 action=drop comment="Drop MyDoom" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3410 action=drop comment="Drop Backdoor \
OptixPro" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=4444 action=drop comment="Worm" \
disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=4444 action=drop comment="Worm" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=5554 action=drop comment="Drop Sasser" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=8866 action=drop comment="Drop Beagle.B" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=9898 action=drop comment="Drop \
Dabber.A-B" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10000 action=drop comment="Drop \
Dumaru.Y, sebaiknya di didisable karena juga sering digunakan utk vpn atau \
webmin" disabled=yes
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10080 action=drop comment="Drop \
MyDoom.B" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=12345 action=drop comment="Drop NetBus" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=17300 action=drop comment="Drop Kuang2" \
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=27374 action=drop comment="Drop \
SubSeven" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=65506 action=drop comment="Drop PhatBot, \
Agobot, Gaobot" disabled=no
add chain=forward action=jump jump-target=virus comment="jump to the virus \
chain" disabled=no
add chain=input connection-state=established action=accept comment="Accept \
established connections" disabled=no
add chain=input connection-state=related action=accept comment="Accept related \
connections" disabled=no
add chain=input connection-state=invalid action=drop comment="Drop invalid \
connections" disabled=no
add chain=input protocol=udp action=accept comment="UDP" disabled=no
add chain=input protocol=icmp limit=50/5s,2 action=accept comment="Allow \
limited pings" disabled=no
add chain=input protocol=icmp action=drop comment="Drop excess pings" \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=21 src-address-list=ournetwork \
action=accept comment="FTP" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=22 src-address-list=ournetwork \
action=accept comment="SSH for secure shell" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=23 src-address-list=ournetwork \
action=accept comment="Telnet" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=80 src-address-list=ournetwork \
action=accept comment="Web" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=8291 src-address-list=ournetwork \
action=accept comment="winbox" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=1723 action=accept comment="pptp-server" \
disabled=no
add chain=input src-address-list=ournetwork action=accept comment="From \
Datautama network" disabled=no
add chain=input action=log log-prefix="DROP INPUT" comment="Log everything \
else" disabled=no
add chain=input action=drop comment="Drop everything else" disabled=no
Efek dari skrip diatas adalah:
- router mikrotik hanya dapat diakses FTP, SSH, Web dan Winbox dari IP yang didefinisikan dalam address-list
"ournetwork" sehingga tidak bisa diakses dari sembarang tempat.
- Port-port yang sering dimanfaatkan virus di blok sehingga traffic virus tidak dapat dilewatkan, tetapi perlu diperhatikan
jika ada user yang kesulitan mengakses service tertentu harus dicek pada chain="virus" apakah port yang dibutuhkan
user tersebut terblok oleh firewall.
- Packet ping dibatasi untuk menghindari excess ping.
Selain itu yang perlu diperhatikan adalah: sebaiknya buat user baru dan password dengan group full kemudian disable
user admin, hal ini untuk meminimasi resiko mikrotik Anda di hack orang.
Selamat mencoba